Informasi dan Tips Kesehatan

Cara Membaca Tensi Darah yang Benar, Ini Panduan Lengkapnya

Berbagai upaya dapat Anda lakukan sebagai cara mengatasi darah tinggi. Mulai dari memperhatikan kadar garam, rutin berolahraga, hingga check up berkala. Pemantauan juga berperan penting untuk menjaga tekanan darah agar terkendali, sehingga tekanan darah tetap dalam rentang normal sesuai usia. Dengan demikian, penderita hipertensi dapat menghindari risiko komplikasi serius.

Kabar baiknya, alat ukur tekanan darah bisa Anda gunakan secara mandiri dengan praktis di rumah. Sebelum membeli alat ukur, simak dulu cara membaca tensi darah yang benar.

Cara Membaca Tensi Darah yang Benar

Alat pengukur tekanan darah atau tensimeter sebenarnya bisa Anda gunakan dengan mudah asalkan tahu cara membaca hasilnya. Terlebih lagi, sekarang tersedia tensimeter digital yang penggunaannya lebih praktis.

Tensimeter terbaru ini terhubung dengan monitor kecil yang menampilkan hasil pengukuran tekanan darah. Hasil pengukuran berupa dua baris angka yang artinya sebagai berikut:

  • Angka baris pertama: menunjukkan tekanan sistolik, yaitu besar tekanan aliran darah pada dinding pembuluh arteri. Tekanan ini muncul saat jantung memompa darah.
  • Angka baris kedua: menunjukkan tekanan diastolik, yaitu tekanan aliran darah pada dinding pembuluh arteri saat dalam kondisi relaksasi. Tekanan ini muncul saat jantung sedang menerima oksigen.

Tekanan darah normal berada dalam kisaran antara 90/60 mmHg – 120/80 mmHg. Angka 90 dan 120 menunjukkan tekanan sistolik, sementara angka 60 dan 80 merupakan tekanan diastolik.

Sebagai catatan, tekanan darah harian dapat berubah-ubah tergantung beberapa faktor seperti kondisi hormonal dan aktivitas fisik. Jadi, adanya perubahan kecil pada tekanan darah merupakan hal yang wajar.

Kategori Hasil Pemeriksaan Tekanan Darah

Mengutip dari KlikDokter, terdapat lima kategori tekanan darah berdasarkan American Heart Association. Berikut cara membaca hasil tekanan darah dari masing-masing kategori:

1. Normal

Hasil pengukuran kurang dari 120/85 mmHg menunjukkan bahwa tekanan darah Anda normal. Hal ini berarti pola hidup sehat yang Anda terapkan efektif.

2. Pre-Hipertensi

Indikasi pre-hipertensi yaitu saat hasil pengukuran tekanan sistolik besarnya antara 120 – 139 mmHg dan tekanan diastolik kurang dari kurang dari 85 – 90 mmHg. 

Kondisi ini dapat berisiko mengarah pada hipertensi apabila Anda tidak segera melakukan pencegahan yang tepat. 

3. Hipertensi Derajat 1

Indikasi dari hipertensi derajat 1 yaitu hasil pengukuran tekanan sistolik sebesar 140 – 159 dan tekanan diastolik antara 90 – 99. Anda perlu mewaspadai kondisi ini dengan melakukan pengubahan gaya hidup dan check up ke dokter.

4. Hipertensi Derajat 2 

Pengukuran tekanan darah sekitar 160/100 mmHg atau lebih termasuk dalam kategori ini. Cara mengatasi darah tinggi pada kondisi ini adalah dengan minum obat penurun tekanan darah dan lebih giat berolahraga.

5. Krisis Hipertensi

Kategori krisis hipertensi adalah saat tekanan darah naik hingga lebih dari 180/120 mmHg. Jika mencapai angka tersebut, maka Anda membutuhkan pertolongan medis segera.

Selain lima kategori tersebut, tekanan darah bisa menunjukkan angka yang terlalu rendah (kurang dari 90/60 mmHg) yang menandakan hipotensi. 

Itulah cara membaca tensi darah yang benar. Apabila mengalami peningkatan atau penurunan signifikan, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.