Kapan Waktu Tepat Mengganti Filter Oli Mobil?
Sebagai aset yang bernilai tinggi, tentu kamu harus sangat memerhatikan keamanan mobilmu. Tidak hanya melindunginya dengan asuransi mobil saja, tetapi juga dengan melakukan perawatan terbaik. Dengan begitu performa mobil akan selalu terjaga dan kamu bisa berkendara dengan aman dan nyaman. Sebab, perawatan yang kurang tepat juga bisa menyebabkan masalah pada mobil sehingga risiko kecelakaan bisa terjadi.
Salah satu perawatan penting yang harus dilakukan adalah dengan memerhatikan oli dan yang berkaita dengannya. Tidaknya menghindari kesalahan saat memilih oli saja, tetapi juga komponen pendukungnya seperti filter oli yang harus diganti secara rutin. Namun, kapan ya sebenarnya waktu yang paling tepat untuk mengganti komponen tersebut? Berikut ini adalah pembahasannya!
- Setiap ganti oli
Pada saat melakukan ganti oli mobil, kamu disarankan untuk mengganti filter oli juga. Alasannya karena pada filter ini terdapat endapan kotoran yang akan membuat oli baru terkontaminasi dengan kotoran yang menempel tersebut. Namun, jika karena suatu alasan membuatmu tidak bisa menggantinya setiap ganti oli, setidaknya kamu mengganti filter saat ganti oli kedua.
- Setiap 10.000 Km
Selain menggantinya setiap ganti oli, kamu juga bisa melakukan penggantian berdasarkan jarak tempuh, yaitu 10.000 Km. Namun, mungkin jarak ini bisa lebih cepat jika penggunaan mobil cukup sering dan menempuh perjalanan dengan medan yang berat.
- Mengikuti buku manual
Hal terakhir yang bisa kamu jadikan panduan adalah buku manual mobilmu. Tidak hanya periode penggantian olinya saja, tetapi juga kamu bisa melihat jenis oli yang sesuai maupun filternya agar tidak salah dalam membeli. Namun, kamu harus tetap fleksibel ya. Sebab panduan dalam buku manual hanya berlaku dalam kondisi normal, jika kamu berkendara dalam kondisi ekstrem maka mungkin saja akan ada perubahan.
Lalu bagaimana jika kamu mengabaikan penggantian filter oli?
Seperti yang telah disebutkan, pada filter oli pasti mengandung endapan kotoran dan aakan sulit bagi kamu mendeteksi seberapa parah endapan tersebut. Padahal, semakin tebal endapan maka akan semakin tertutup celah untuk aliran oli. Akibatnya, sirkulasi oli akan terganggu sehingga tidak bisa melumasi mesin secara maksimal. Kondisi ini akan membuat mesin menjadi lebih cepat aus sehingga kamu harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk melakukan perbaikan. Pasti kamu tidak mau mengalaminya kan?